Bingung mau kasih hadiah ulang tahun anak, adik, atau saudara? Sancu (Sandal Lucu) merupakan pilihan terbaik. Murah, berkualitas, nyaman, berbahan spon Eva yang berkualitas..... ukuran 21, 24, 28 = 20.000/pasang ukuran 30, 32, 34 = 23.000/pasang ukuran 36, 38, 40, 42 = 25.000/pasang berminat? Hub. 0857 1165 0709

Bingung mau kasih hadiah ulang tahun anak, adik, atau saudara? Sancu (Sandal Lucu) merupakan pilihan terbaik.
Murah, berkualitas, nyaman, berbahan spon Eva yang berkualitas…..
ukuran 21, 24, 28 = 20.000/pasang
ukuran 30, 32, 34 = 23.000/pasang
ukuran 36, 38, 40, 42 = 25.000/pasang
berminat?
Hub. 0857 1165 0709

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

SANCU (SANDAL LUCU)

Bingung mau kasih hadiah ulang tahun anak, adik, atau saudara? Sancu (Sandal Lucu) merupakan pilihan terbaik. Murah, berkualitas, nyaman, berbahan spon Eva yang berkualitas..... ukuran 21, 24, 28 = 20.000/pasang ukuran 30, 32, 34 = 23.000/pasang ukuran 36, 38, 40, 42 = 25.000/pasang berminat? Hub. 0857 1165 0709

Bingung mau kasih hadiah ulang tahun anak, adik, atau saudara? Sancu (Sandal Lucu) merupakan pilihan terbaik.
Murah, berkualitas, nyaman, berbahan spon Eva yang berkualitas…..
ukuran 21, 24, 28 = 20.000/pasang
ukuran 30, 32, 34 = 23.000/pasang
ukuran 36, 38, 40, 42 = 25.000/pasang
berminat?
Hub. 0857 1165 0709

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tag , , , , | Meninggalkan komentar
Bingung mau kasih hadiah ulang tahun anak, adik, atau saudara? Sancu (Sandal Lucu) merupakan pilihan terbaik. Murah, berkualitas, nyaman, berbahan spon Eva yang berkualitas..... ukuran 21, 24, 28 = 20.000/pasang ukuran 30, 32, 34 = 23.000/pasang ukuran 36, 38, 40, 42 = 25.000/pasang berminat? Hub. 0857 1165 0709

Bingung mau kasih hadiah ulang tahun anak, adik, atau saudara? Sancu (Sandal Lucu) merupakan pilihan terbaik.
Murah, berkualitas, nyaman, berbahan spon Eva yang berkualitas…..
ukuran 21, 24, 28 = 20.000/pasang
ukuran 30, 32, 34 = 23.000/pasang
ukuran 36, 38, 40, 42 = 25.000/pasang
berminat?
Hub. 0857 1165 0709

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar
rok bahan spandex 2XL = 140.000 3XL = 150.000 Berkualitas, nyaman, dan adem dipakai

rok bahan spandex
2XL = 140.000
3XL = 150.000
Berkualitas, nyaman, dan adem dipakai

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Kebanjiran Buncis

Sepasang kaki melangkah mengelilingi kami yang sedang asyik bersantap ria. Langkahnya semakin dekat mengarah kami diiringi senyum manis  ala Rifki, siswa kelas 4 (Imam Abu Dawud).

“Teman-teman … sayur buncisnya yang nggak dimakan, buat Rifki aja yaa soalnya buat lauk di rumah!” seru Rifki.

Setelah kami menoleh ke arah Rifki, “Wow!” betapa takjubnya kami melihat kedua tangannya dipenuhi beberapa bungkus sayur buncis yang ia kumpulkan dari teman-temannya.

“Teman-teman, ayo kita berbagi dengan Rifki ya! Tapi sebelumnya Ibu mau tanya, siapa yang doyan buncis?” tanya Bu Guru.

“Saya Bu … saya Bu ….” sahut beberapa siswa yang bisa dihitung dengan jari.

“Terus, ada yang nggak doyan buncis?” tanya Bu Guru.

“Saya Bu … saya Bu!” sahut mereka bergantian dengan penuh semangat.

“Mengapa kalian tiadak mau makan Buncis?” tanya Bu Guru penasaran.

“Kenyang … Bu!” seru mereka

Nggak enak Bu!” seru yang lain.

Bu Guru pun melihat mereka satu persatu lalu dijumpainya wajah tampan yang dihiasi peci kuning, Umarlah namanya yang  sedang asyik makan sayur buncis dengan lahap

“Anak-anak, coba perhatikan Umar dech!” pinta Bu Guru.

Serentak mereka menoleh ke arah Umar.

“Umar dari tadi Ibu perhatikan gadoin buncis terus, pantas dia pintar,” kata Bu Guru memancing ekspresi siswa-siswanya.

“Coba ada yang tahu nggak manfaat  buncis?”  tanya  Bu Guru.

“Ada  vitaminnya,  Bu,” jawab Fauzan penuh semangat.

Bikin  sehat  dan kuat,  Bu,” jawab Asep tidak mau kalah.

“Wah, benar sekali jawaban kalian, Nak!”  kata Bu Guru dengan          takjub.

“Oia, yaa Ibu teringat dengan Rifki, siapa yang mau menyumbangkan buncis buat Rifki?” tanya Bu Guru.

“Saya … Bu!” jawab beberapa  siswa serentak. “Ini buat  kamu,  Rifki,” sodor  Zuhria.

“Terima  kasih teman-teman,” kata  Rifki dengan  wajah penuh kegembiraan.

“Wah, Rifki kebanjiran Buncis!”  teriak Asep.

“Wah, Rifki  banyak sekali buncismu. Sekarang  apa yang kurang yaa,”  pancing Bu  Guru agar siswanya berpikir mencari solusi.

“Plastik Bu … buat naro  buncis,”  jawab Rifki dengan semangat.

“Tuh kamu tahu,  coba kamu tolong cari plastik dulu ya, tanya sama Pak Isnen.”

“Baik Bu,”  jawab Rifki

Itulah sekelumit  percakapan  siswa kelas 4   yang penuh       dengan perbedaan karakter. Semoga  Allah SWT menjadikan mereka calon generasi  yang senantiasa  menegakkan panji-panji Allah.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Percikan Rasa Rindu

Ya Allah, sesungguhnya hamba sangat merindukan kehadirannya, ya Rabb
Pertemukanlah hamba dalam keridhoan-Mu yaa Allah …
Ya Allah, jika memang saat ini belum Kau takdirkan perjumpaan hamba dengannya, persiapkanlah diriku agar aku bisa menjadi pribadi yang sholihah, yang mencintai-Mu dan Rasul-Mu seutuhnya dan mencintainya semata-mata karena-Mu Yaa Allah, begitu pula dengan dirinya. Semoga ia mencintaiku semata-mata karena-Mu yaa Allah
Pertemukanlah kami dalam keridhoan-Mu yaa Allah ….
Sungguh, aku berharap dia lekas datang kepadaku, mengucapkan janji suci di hadapan-Mu yaa Allah, berijab kabul dengan ayahku. Bersaksi cinta di atas cinta dalam alunan tasbihku ini.
Peliharalah diriku dan dirinya untuk selalu beristiqomah kepada-Mu yaa Allah, sehingga kami saling mengingatkan ketika hidup bersama nanti.
Lekatkanlah asma-Mu di dalam hatinya sehingga ia selalu teringat kepada-Mu, sehingga ia lebih mencintai-Mu dan Engkau menjadi penyebab rasa cintanya kepadaku. Begitu pula dengan diriku.
Yaa Allah, jika aku tak sempat bertemu dengannya karena keterbatasan usia kami, pertemukanlah kami di akhirat nanti dan jadikanlah aku bidadari yang suci untuknya dalam surga-Mu. Aamiin.
Sesungguhnya kuberharap, ia segera datang kepadaku. Jika dia jauh, dekatkan. Namun, jika ia tak baik untukku karena lenyapnya rasa cintanya kepada-Mu, lenyapkan pula rasa cintaku kepadanya dan hamba mohon Kau memberikan pengganti yang lebih baik untukku, seorang lelaki yang sholih yang hamba butuhkan agar hamba semakin dekat dan cinta kepada-Mu, yaa Allah.
Ku berserah diri kepada-Mu yaa Allah, ku beristikharah kepada-Mu …..
Yaa Allah, kutitipkan salam rinduku untuk calon suamiku yaa Rabb. Jagalah cinta suci kami hingga di akhirat nanti. Aamiin

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tag , , | Meninggalkan komentar

Habibi Fi Qalbi

Pukul 19.00 Malam itu, tiba juga aku di rumah. Senang rasanya bisa bertemu dengan Ayah, Ibu, dan adikku yang sudah berkumpul di ruang keluarga. Setelah kusalami dan kutegur sapa mereka, diriku langsung menuju kamar. Kepenatan dan kelelahan menyelimutiku setelah kukerahkan tenaga dan pikiranku untuk mereka, mendidik anak-anak Dhuafa pada salah satu lembaga pendidikan yang bermitrakan lembaga sosial.

Dalam kepenatan itu, tak sempat kuganti pakaian kerjaku. Tubuhku yang cukup lelah tergolek di sebuah ranjang yang berada di kamarku. Ranjang yang sejak tadi seolah-olah membujuk tubuhku untuk bersandar di atasnya.

Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 20.45 WIB terdengar “Kriing … kriiiing … kriing …”. Suara yang berasal dari telepon selulerku tiba-tiba saja mengoyak ketenangan tidurku. Setelah kuucapkan “Hallo”, terdengar suara seorang lelaki mengucapkan “Hallo, Assalamulaikum..” Kupikir suara itu adalah suara wali murid yang ingin menanyakan PR putra-putrinya. Langsung saja kujawab, “Wa’alaikum salam warohmatullah, maaf ini dengan Bapak Siapa?”

Terdengar lagi jawaban dari si penelepon, “Bisa bicara dengan Nisa?”

“ya, saya sendiri Pak. Ada apa yaa Pak? Mau nanya PR yaa?” Tanyaku yang masih setengah ngantuk. Kelopak mataku pun masih terpejam.

“Ini Habibi, Nis. Temanmu di Kalimantan, masa’ nggak inget sih?” Jawabnya dengan penuh antusias.

Mendengar kata-kata itu, kelopak mataku yang terpejam langsung terbuka lebar, jantungku pun berdegup cukup kencang, betapa tidak, tak kusangka, orang yang menelponku itu seseorang yang sudah lama kunanti kehadirannya, yang bertahun-tahun ku tak jumpa dengannya. Yang selalu kurindukan sejak tahun 2006 silam. Namun, mengapa ia hadir begitu saja saat kuhampir melupakan perasaanku padanya? Bahkan, kupikir tak ada kesempatan lagi untuk bertemu dengannya. Ternyata ….

Allah berkehendak lain!!!

“Alhamdulillah ya Allah, Engkau selama ini mendengar doa dan harapanku. Kuharap dia tidak melupakanku dan dia tetap teguh di jalan-Mu.”

“Habibi???” Tanyaku terkejut.

“Iya, ini Habibi, Nisa. Apa kabar?” Jawabnya dengan sabar dan dari suaranya, sepertinuya ia lebih dewasa.

“Oh, Alhamdulillah baik. Kamu sendiri juga apa kabar, Bi? Kamu tau nomor HP saya dari siapa?” Tanyaku penasaran dan sembari tersenyum senang.

“Alhamdulillah, di sini Habibi baik-baik aja. Oooh, saya tahu nomor HP kamu dari Wita. Sekarang lagi sibuk ngajar yaa Nis?” Sambung Habibi.

“Iya, sekarang Nisa ngajar di SD. Maaf yaa suara Nisa serak soalnya teriak-teriak mulu di kelas, hehehe”, Jelasku.

“O iya, gimana kabar Ibu dan Bapak Nisa? Sehatkah?” Tanyanya lagi.

“Alhamdulillah Ibu dan Bapak Nisa sehat.” Jawabku. Di hatiku yang paling dalam, kusesali kekakuan mulutku yang tak berani menanyakan dia, bahkan dia terus yang menanyakanku.

“Kalau adik-adik Nisa gimana kabarnya? Adik Nisa pernah 1 sekolah kan sama adik saya? Kalau yang paling kecil siapa namannya, Nis?”

“Adik Nisa yang paling kecil namanya Afit. Dia sekarang gemuk banget badannya, baru 9 tahun berat badannya udah 50 kilo, hehehe… kalau Adit, alhamdulillah kabarnya baik, sebenernya sih Adit lagi ada masalah.” Jawabku.

“Wah, sehat banget dong adik kamu si Afit. Hehehehe. O iya, saya Insya Allah, tahun depan mau ke Bekasi, Nis”

“Wah, beneran??!”

“Iya, beneran. Sekalian mau menghadiri pernikahan teman. Teman dekat, cowok. Ngomong-ngomong udah dulu yaa. Lain kali kita sambung lagi. Assalamu’alaikum …” Jelasnya sembari mengakhiri pembicaraan.

“Wa’alaikum salam” Jawabku penuh gembira.

Ya Allah, tahun depan dia mau ke Bekasi?! Berarti sebentar lagi dong. Sekarang kan udah bulan November, bentar lagi pergantian tahun. Ya Allah, semoga saya sempat bertemu dengannya. O iya, dia ngabarin saya kalau dia mau ke Bekasi tahun depan untuk apa yah? Ah, apa mungkin dia mau ketemu ama saya yach …. Wah, asyiiik …. !!

_ _ _ bersambung _ _ _ _ _

Dipublikasi di Tak Berkategori | Tag , , , , | Meninggalkan komentar