MENGUAK AKAR TERORISME

“Cinta tanah air sebagian dari IMAN”

Belakangan ini muncul berbagai isu bahwa terorisme di Indonesia dimotori oleh gerakan islam radikal di Timur Tengah. Asumsi tersebut semakin meluas dan berdampak pada munculnya pandangan streotipe dai banyak kalangan terhadap elemen pesantren dan alumni universitas-universitas di Timur Tengah.

Para penegak hukum pun seolah cepat mengambil sigap membentuk tim densus 88 untuk melumpuhkan terorisme dengan berbagai cara; mulai dari penangkapan dan penembakan mati terhadap pelaku teroris sampai pada penumpasan ideologi radikalisme. Sayangnya, pandangan stereotype penegak hukum hanya melihat radikalisme atau ekstremisme berdasarkan simbol keislaman saja. Pada akhirnya, orang-orang yang berjenggot dan berbaju gamis ditangkap bahkan kegiatan-kegiatan dakwah diawasi.

Penumpasan terorisme yang hanya bertumpu pada pandangan stereotype tentunya membuat gerah kalangan pesantren dan menimbulkan dampak negative. Para orang tua yang tadinya gencar memasukkan putra-putrinyake lembaga pendidikan islam seperti pesantren atau madrasah menjadi urung. Remaja-remaja mesjid pun menjadi takut meramaikan masjid dengan dalih takut dicap sebagai pelaku teroris atau terbawa arus ideology terorisme.

Jika seandainya benar bahwa terorisme berakar dari gerakan islam radikal di Timur Tengah, lantas bagaimanakah dengan pergerakan islam masa lalu yang selama inidikembangkan

oleh tokoh-tokoh islam seperti Ahmad dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan Hasyim Asy’ari (pendiri Nadhatul Ulama) yang merupakan murid syeikh Minangkabawi yang tersohor di Timur Tengah? Apakah mereka juga menganut paham radikal? Baik Ahmad Dahlan maupun Hasyim Asy’ari telah membuktikan bahwa pergerakan islam sejak dulu dimotori oleh pemikiran-pemikiran moderat, bahkan radikalisme islam terbantahkan dengan misi islam yang menampilkan rahmatan lilalamin serta menuntun manusia ke jalan yang benar. Kalaupun ada tindakan kekerasan yang mengatasnamakan islam, menurut Hidayat Nur Wahid bahwa itu bukan ajaran main stream dari Timur Tengah pada tingkat umum atau Arab Saudi.

Lantas dari manakah akar terorisme atau ekstremisme yang memotori lahirnya terorisme?

Jika kita kutip pendapat Hendrapriyono bahwa akar terorisme ada dua, yaitu terkait dengan problematika internal umat juga hegemoni dengan negara-negara lain melalui penjajahan, kesemena-menaan, dan ketidakadilan. Mungkin saja, ketidakadilan yang dimaksud adalah kesemena-menaan yang terjadi di negara-negara islam, seperti Palestina, Afganistan, dan Irak. Lantas, siapa yang menciptakan kesemena-menaan tersebut? Palestina dijajah Israel dengan dukungan Inggris dan sekutu-sekutunya, Afganistan dijajah Rusia dan Amerika, bahkan yang mendidik Osama Bin Laden adalah CIA (Central Intelligent of Agency) milik Amerika Serikat. Di irak, juga terjadi ekspansi Amerika yang menyebabkan jatuhnya korban penduduk sipil, perempuan, dan anak-anak.

Ironis memang! Di saat Amerika secara terbuka menggempurkan dan menghancurkan negara-negara islam, rakyat Indonesia malah disibukkan dengan pencapan gerakan islam radikal Timur Tengah sebagai akar terorisme.

Berkaca dari Sejarah

Berkaca dari sejarah, dahulu bangsa Eropa menjajah negara-negara lain dengan motif 3G (Gold, Glory, dan Gospel). Wilayah Amerika dahulu diduduki oleh suku Indian, tapi kini suku Indian tak tersisa satu pun menjadi penduduk asli wilayah tersebut. Wilayah Amerika saat ini diduki oleh bangsa Eropa. Bangsa Eropa yang dominan berkulit putih, bertubuh besar, pintar, dan kuat merasa bangga dan tidak ingin ada bangsa lain yang menyainginya.

Akan tetapi, bangsa Timur Tengah (Arab Saudi, Palestina, Irak, dan sebagainya) pun dominan berkulit putih, bertubuh besar, pintar, dan kuta. Ditambah lagi dengan kekayaan sumber daya alam negara-negara tersebut yang melimpah minyak buminya. Maka, tidak heran bangsa Eropa yang sombong mencoba menyerang bangsa Timur Tengah dengan berbagai cara. Melalui politik adu domba antara Israel dan Palestina pun digencarkan. Bangsa Israel didukung oleh Inggris, Amerika, dan sekutu-sekutunya, sedangkan Plaestina merasa terancam kebebasan hidupnya. Bahkan, penduduk sipil Palestina menggali lubang di dalam rumahnya demi keselamatan hidupnya.

Namun, umat islam sendiri khususnya di Indonesia sebagian mendramatisasi keprihatinan tersebut, dan sebagian pula ada yang berstreotype bahwa terorisme berakar dari wilayah Timur Tengah (terkait dengan pelaku teroris di Indonesia yang berkedok islam). Sebagian umat islam yang mendramatisasi keprihatinan terhadap Palestina mencoba menyumbangkan kepeduliannya ke wilayah tersebut. Namun, ekspansi Amerika dan sekutu-sekutunya berusaha menggagalkan bantuan tersebut datang ke wilayah itu. Jadi, amat disayangkan jika di antara umat islam sendiri saling menyalahkan mengenai aksi terorisme. Sementara di pihak lain ingin negara-negara islam mengalami kemunduran.

Keterbelakangan Indonesia

Berbicara mengenai Indonesia. Indonesia merupakan negara  yang kaya akan SDAnya. Berada di titik garis khatulistiwa. Orang-orang dari manca negara pun berbondong-bondong mengunjungi negara tersebut. Dari segi ekonomi dan bidang lainnya, Indonesia masih di bawah level negara-negara maju. Ternyata, kemunduran dan keterbelakangan Indonesia mendapat respon positif dari negara-negara lain yang tidak ingin Indonesia maju. Jika Indonesia maju, maka segala sektor pun akan mahal. Negara-negara lain pun takkan bisa berkutik menduduki dan menguras SDA Indonesia. Tapi, kini wilayah bumi pertiwi dinikmati oleh bangsa asing sementara penduduknya menjadi budak system kontrak perusahaan-perusahaan asing. Maka, tidak heran bila Indonesia menjadi sasaran empuk penjajahan asing dari segi industrialisasi. Segala bentuk problematik bangsa ini (seperti teroris) kerap tercipta agar Indonesia terus mengalami konflik dan keterbelakangan. Lalu masih bersediakah Anda membiarkan negeri tercinta ini diduduki oleh bangsa asing yang mengeruk habis sumber daya alam negeri ini?

*dikutip dari Republika dan diskusi dengan guru sejarah

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s