Di mana Umat Islam??

Ya … Allah, begitu pilu hati ini. Sungguh, aku malu ya Rabb… Aku malu kepadamu? Di saat mereka menghina, menindas, menyerang, memukul, dan membunuh saudara-saudaraku dengan segala kebiadaban dan tak berperikemanusiaan, aku terdiam! Membujur kaku! Lemas, tak bereaksi! Aku yang terbiasa berceloteh, kini diam seribu bahasa. Aku tak bisa berkata-kata. Meskipun hati ini mengutuk dan menyerapah dengan segala sumpah, tetapi tubuhku tak bergelora, tak bisa berbuat apa-apa. Hanya membiarkan hati ini terus terluka, membiarkan mata ini terus terbelalak, menyaksikan kebiadaban musuh-musuh-Mu. Aku benci diriku?

Mengapa diri ini tak berdaya di kala mereka benar-benar telah merengggut kemuliaan saudari-saudariku? Mereka melucuti pakaian saudari-saudariku tanpa rasa MALU! Tak ada rasa penyesalan pula, mereka telah merenggut kehormatan saudari-saudariku. ”Ya … Allah, astaghfirullahal ’adziim …” Aku hanya bisa pasrah melantunkan kalimah itu dengan penuh iba. Bukankah secara tidak langsung, tindakan mereka terhadap saudari-saudariku yang tak berdosa itu berarti menghina pula kehormatanku, bahkan semua wanita di dunia yang ingin dimuliakan? Tak ingatkah mereka, bagaimana mereka dilahirkan? Dari seorang Ibu, bukan? Apakah mereka tak punya Ibu, isteri, atau putri-putri yang mungil? Mengapa mereka tak ingat dengan ibu mereka yang telah melahirkannya dengan susah payah ketika mereka dengan bangga merenggut kemuliaan saudari-saudariku di Palestina? Mengapa mereka tak sadar bahwa mereka juga telah menghina kehormatan ibunya di kala mereka melucuti satu persatu pakaian saudari-saudariku di Palestina?

Ya … Allah, mengapa diriku bisa tertidur pulas manakala mereka terus-menerus mendengar suara bising di kala malam, bahkan merasakan  dahsyatnya peluru api meluncur dan menyayat di tubuh mereka di kala mereka tidur terlelap? Terlelapnya mereka bukan karena mereka tidur beralaskan sofa atau kasur yang empuk, melainkan karena mereka lelah, lelah menanti perlindungan dari orang-orang yang memiliki nurani. Teriakan demi teriakan mereka lantunkan. Namun, terus-menerus tak ada jawaban. Mereka terus-menerus meminta perlindungan, tetapi tak ada kepastian. Di manakah diriku dan umat islam, ya Rabb? di manakah nurani itu? Mengapa diriku masih bersembunyi dibalik elite Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tak tegas menangani kemelut di Palestina? Mungkinkah ketidaktegasan itu dipicu oleh peristiwa yang terjadi pada tahun 1947 silam? Di mana pada masa itu, elite PBB yang anggotanya sebagian besar dari kalangan Yahudi (60%) telah mendeklarasikan pemecahan Palestina.

Lha, kok begitu?? Mari sejenak, kita mengingat kilas balik perjalanan kaum Yahudi. Pada tahun 1915, Britain mengawali penaklukan bangsa Irak, kemudian pada tahun 1917 mereka mempersiapkan kebangkitan Israel. Lalu muncullah sebuah deklarasi konyol yang berisi pemecahan Palestina pada tahun 1947. Realisasinya, pada tahun 1948, Israel dideklarasi kebangkitannya yang kemudian muncullah pengusiran umat Islam Palestina secara hebat. Tidak hanya itu, pada tahun 2000, Israel melumpuhkan umat Islam Palestina dengan menggunakan senjata kimia. Secara bertubi-tubi muslim Palestina ditangkap, dibunuh, bahkan 100.000 muslim Palestna dijeruji tanpa kepastian kemerdekaannya. Sebanyak 3.370 umat Islam Palestina disiksa hingga mati (syahid)  dan beribu-ribu perempuan Palestina direnggut kemuliaannya, dilucuti pakaian mereka satu persatu, lalu dipampang tanpa ada rasa belas kasihan, bahkan tak berperikemanusiaan! Astaghfirullahal ’adziim ….

Aku ingin berteriak, berseru melalui tulisan ini. Yah, hanya sebuah tulisan yang dapat kulakukan untuk saudaraku di bumi Palestina. Setidaknya bisa kuluapkan kebencianku terhadap musuh-musuh Allah melalui goresan pena yang tak berharga ini. Meskipun demikian, ada sekeping harapan yang kulantunkan dari hati kecil ini. KEBANGKITAN! Yah, kebangkitan yang kuharapkan untuk para pembaca yang budiman. Kebangkitan yang dibangun dari sebuah kesadaran. Kesadaran memuliakan islam, memuliakan ruh islam.

Kilas Balik Kebangkitan Umat Islam

Melalui artikelnya yang berjudul Ancaman Global Freemanshory, Harun Yahya telah mengisahkan peristiwa kebangkitan umat islam pada dasawarsa yang lalu, ketika umat Islam di bawah pimpinan Saladin (Shalahuddin Al Ayyubi) mengalahkan pasukan salib pada pertempuran Hattin (tahun 1187). Tidak hanya itu, mereka juga telah membebaskan Yerusalem yang telah dianggap sebagai ibu kota pejuang Salib dan menghukum mati para Templar (pasukan Salib) karena pembunuhan yang telah dilakukan terhadap umat Islam, walaupun sebenarnya Shalahuddin Al Ayyubi telah memaafkan para Templar (pasukan Salib). Kemenangan umat Islam telah dijanjikan Allah SWT melalui firmannya:

Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu menyifati. (QS. Al Anbiyaa’, 21: 18)

Subhanaallah, maha suci Allah. Ingatkah ketika Rasulullah SAW beserta sahabatnya dan pengikutnya memenangkan perang badar atas kaum musyrikin? Tidak hanya berkonteks perlawanan terhadap kaum musyrikin saja, Rasulullah SAW pun telah berhasil mengukuhkan perjanjian damai terhadap kaum Yahudi dan kabilah-kabilah pagan di sekitar Madinah melalui Piagam Madinah. Melalui misi perdamaian itulah, Rasulullah SAW juga telah mengadakan perjanjian damai kepada Bani Dhamrah, Bani Mudlij, dan penduduk Daumatul Jandal yang berpotensi mengusik umat Islam.

Tidak hanya itu perjuangan Rasulullah SAW untuk memuliakan Islam dengan pribadinya yang luhur, Rasulullah SAW juga menjadi pemimpin yang baik bagi manusia. Pada saat  Napoleon terlelap dan membiarkan anak buahnya bekerja keras menangani kemudi, temali kapal, dan luapan air gelombang saat badai menerjang, di sisi lain Rasulullah SAW sangat berantusias dan turut memindahkan batu bata saat mendirikan masjid Nabawi. Bahkan, para sahabat malu ketika mereka duduk bersantai sedangkan pemimpin mereka, Rasulullah bekerja. Adakah pemimpin yang lebih baik dan lebih mulia daripada Rasulullah?

Kemajuan dan kebangkitan Islam tidak hanya terjadi pada masa Rasulullah saja, para sahabat pun meneruskan perjuangan Rasulullah SAW, Abu Bakar RA misalnya, pandai membuat diplomasi dan aklamasi, Umar RA yang memiliki sifat amanah dan pandai melobi, ’Utsman bin Affan seorang yang dermawan dan kasih sayang, dan ’Ali bin Abi Thalib yang berusaha menata kembali kondisi umat Islam yang penuh dengan ketakutan dan tak berlakunya hukum. Kemenangan Rasulullah SAW dan para sahabatnya serta pengikutnya tidak hanya terjadi satu masa saja, Allah SWT pun telah menjanjikan kemenangan mereka di akhirat kelak. Sebagaimana Allah SWT telah melantunkan:

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan yang baik itu bagi orang-orang yang bertaqwa. (Q.S. Al Qashash: 83)

Kemenangan umat islam tidak hanya dimotori oleh tekad dan kegigihan saja, tetapi perlu didukung strategi atau politik cerdas sebagaimana telah dibuktikan keampuhannya oleh Raja’ ibn Haiwah. Dialah pelopor politikus cerdas, tanpa berdasi dan tanpa bermuka pasi, hehehehehe ….☺ Raja’ ibn Haiwah telah memprediksikan khalifah atau pemimpin yang benar-benar adil setelah kepemimpinan Sulaiman ibn ’Abdul Malik. Dengan kedekatannya kepada Sulaiman ibn ’Abdul Malik, Raja’ berhasil membujuknya untuk menyerahkan kepemimpinan selanjutnya kepada ’Umar ibn ’Abdul ’Aziz. Taktik cerdas ala Raja’ pun terbukti dengan keberhasilan ’Umar ibn ’Abdul ’Aziz memperluas daerah kepemimpinannya hingga tiga benua. Dapat dipastikan rakyatnya berjuta-juta. Masya Allah …!☺ Meskipun demikian, ’Umar ibn ’Abdul Aziz tidaklah seperti Hitler yang kejam terhadap rakyatnya atau George Bush yang telah menguras perekonomian negaranya sendiri demi mengerahkan bantuan militer terhadap Yahudi Israel untuk menyerang umat Islam Palestina sehingga rakyatnya mengalami krisis Finansial, Hehehe☺…. syukurin Lu, makanya jangan sombong donk! Bahkan, kedekatan ’Umar terhadap rakyatnya bagaikan kedekatan serigala dan domba. Mmh, seandainya di negeri tercinta ini ada pemimpin sebaik ’Umar Ibn ’Abdul ’Aziz?!

Jelaslah kemenangan umat Islam nyata. Sekali lagi nyata! Lantas, bagaimana kebangkitan umat Islam sekarang? Menyaksikan dengan seksama melalui layar kaca bagaimana Israel dan sekutu-sekutunya (bangsa Eropa) tanpa rasa belas kasih mengancam dan membunuh Hak Asasi Manusia bangsa Palestina, masihkah beku nurani ini? Masihkah  kaku lisan ini untuk menyatakan kepedulian kita terhadap umat Islam Palestina, sekali pun kita hanya bisa melantunkan doa untuk mereka ataupun hanya sekedar mengucap ”Allahu Akbar!?”

Setidaknya, kita bisa membangkitkan dan membuktikan kejayaan umat Islam dengan senantiasa membaca tanda-tanda kekuasaannya. ”Iqra’ bismirobbikalladzii khalaq : bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”. Buktikan kepada Israel dan bangsa Eropa bahwa kita tidak lagi buta akan pengetahuan, tidak lagi malas membaca dan mengkaji rahasia-rahasia alam yang telah Allah jelaskan di dalam Alqu’ran. Bukankah teori Bigbang yang dicetus para fisikawan modern tentang adanya alam semesta dari satu wujud kemudian terpisah-pisah telah dijelaskan sebelumnya di dalam Alqur’an pada 14 abad yang lalu sebelum fisikawan modern itu menemukan teori Bigbang? 14 abad yang lalu? Bukankah pada masa itu, manusia masih terbatas kemampuannya untuk merumuskan pengetahuan alam semesta? Subhanallah …

Masih ragu?? Mari kita baca kembali firman Allah yang berbunyi:

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman. (Q.S. Al-Anbiya’ : 30)

Yup, meskipun para fisikawan modern telah merumuskan teori Bigbang yang telah diterangkan sebelumnya di dalam Alqur’an (kacian … dech lo, udah keduluan nieyh …!), tetapi mereka tidak beriman. Bahkan tidak percaya bahwa alam semesta ini tercipta karena ada penciptanya, yaitu Allah SWT. Bahkan, mereka mengemukakan bahwa alam semesta ada dari ketiadaan. Astaghfirullah …!

Padahal, secara gamblang Allah SWT telah menjelaskan, ”Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. Al-An’am: 101)

Masih belum yakin bahwa Allah-lah yang telah menciptakan alam semesta ini, wahai para ilmuwan yang tidak mengakui keberadaan Allah SWT? Mari kita tengok sejenak ayat ini:

Dan langit kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan kami benar-benar meluaskannya. (Q.S. Adz-Dzariyat: 47)

Bahkan, Allah SWT telah menjaga sistem tata surya ini dengan amat sempurna. Ketika planet-planet mengitari matahari sesuai dengan porosnya dengan begitu teratur, manusia dan makhluk lainnya yang menduduki bumi terjaga keselamatannya. Dapat dipastikan, jika tidak ada keseimbangan sistem tata surya karena tidak ada yang mengaturnya, maka bumi beserta isinya akan hancur karena tertabrak oleh benda-benda langit di sekitarnya yang melintas dekat bumi. Selintas, kita pernah mendengar tentang keberadaan planet (X) Nibiru yang menurut NASA massanya 100x lipat daripada massa bumi. Keberadaan planet tersebut, dipastikan oleh ilmuwan NASA akan muncul pada tahun 2053. Wallahu a’lam. Kita hanya punya mata, otak, dan akal, tetapi Allah-lah yang menentukan.  Planet ini memiliki poros yang berbalik arah dengan poros planet-planet lainnya, terutama bumi. Planet ini masuk di dalam orbit karena tertarik oleh gravitasi matahari. Fenomena ini menurut NASA ditandai dari munculnya beberapa planet yang berbalik arah. Saat itu, matahari akan terbit dari barat, bukan dari timur. Ketika bumi dan planet x ini saling bertubrukan, apa yang terjadi? Mungkinkah bumi yang menang mengalahkan planet Nibiru? Ketika peristiwa itu benar-benar terjadi, munkinkah suatu pertanda datangnya kiamat? Wallahu a’lam.

Demikianlah, Allah SWT menjelaskan tanda-tanda kekuasaannya, agar kita senantiasa bersyukur kepada-Nya. Kalau saja para ilmuwan Barat itu berhasil merumuskan teori baru mengenai rahasia alam, mengapa kita tidak bisa merumuskan resep-resep mutakhir untuk menguak rahasia alam ini? Mungkin, Israel dan sekutu-sekutunya bisa berkuasa karena mereka memiliki pengetahuan. Pengetahuan-pengetahuan itulah yang menghasilkan teknologi canggih. Kalau saja kita tengok kondisi umat Islam dahulu bahwa sebenarnya ilmuwan muslimlah yang terlebih dahulu menemukan teori-teori rahasia alam dibandingkan bangsa Eropa. Pernah dengarkah nama-nama besar, Ibnu Sina misalnya, yang merupakan ahli kedokteran?

Satu kata untuk Umat Islam, BACA! Agar kelak kita dapat menguak rahasia alam, tanpa mengutip pernyataan Ilmuwan Barat. Jika kita dapat menguak rahasia alam ini, maka kita dapat membuat benda-benda teknologi yang lebih canggih daripada buatan mereka. Di sisi lain, kita dapat menguasai ilmu dan strategi militer dan bisa membuat perangkat militer yang lebih hebat dibandingkan perangkat militer Israel dan sekutu-sekutunya. Bangkitlah Saudaraku! Singsingkan lengan bajumu! Kelak kita bisa mengubah duka bangsa Palestina menjadi tawa. Mengubah raut kesedihan sang Ibu yang meratapi syahid putranya menjadi senyuman. Itulah yang dirindukan bangsa Palestina, sebuah Kebangitan Islam sehingga mereka merdeka dari belenggu Israel, sang Dajjal.

Akhir kata, Wallahu a’lam bish-shawab.

Hamba Allah yang merindukan persatuan umat Islam

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s