MANIFESTO PENDIDIKAN DALAM MENGHADAPI BUDAYA GLOBAL

Identitas Buku

Judul Buku      : Kredo Pendidikan (My Pedagogical Credo)

Penulis             : Prof. Dr. H.A.R Tilaar, M.Sc.Ed.

Penerbit           : Lembaga Manajemen-Universitas Negeri Jakarta

Tahun Terbit    : 2009

Tebal Buku      : 152 Halaman

Format             : 26 cm x 19,5 cm

Membaca buku yang berjudul “Kredo Pendidikan” karya H.A.R Tilaar sungguh menyejukkan mata hati kita karena di dalamnya menguak bagaimana proses pendidikan itu seharusnya berjalan. Meskipun judul buku ini, menurut pandangan penulis mengundang berbagai kritik tetapi apa yang disampaikan penulis sangat bermanfaat bagi pendidik, orang tua, dan orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.

Buku ini bukanlah suatu doktrin atau dogma yang mutlak berasal dari wahyu, melainkan sebagai suatu paradigma yang dianggap sebagai pernyataan obyektif. Artinya, pernyataan-pernyataan yang disampaikan penulis di dalam buku ini telah dibuktikan kebenarannya melalui penelitian-penelitian atau dialog selama penulis berkecimpung langsung di dalam dunia pendidikan.

Sebagai suatu paradigma, buku ini tidak mengacu pada fisafat pendidikan. Akan tetapi, buku ini mengacu pada teori pendidikan. Menurut penulis, teori pendidikan bertitik tolak pada proses pendidikan. Oleh sebab itu, buku ini berasal dari praksis pendidikan.

Karena berasal dari praksis pendidikan, buku ini berbicara bagaimana proses pendidikan seharusnya berjalan, bagaimana peserta didik dapat merdeka dalam kegiatan belajar, bagaimana pendidik dapat membantu mengembangkan kepribadian peserta didik seutuhnya, dan bagaimana peserta didik dapat bertindak sebagai anak panah yang meluncur ke arah sasaran secara tepat sesuai dengan nuraninya, sedangkan pendidik bertindak sebagai busur yang mendorong anak panah menuju sasaran itu. Artinya, pendidik bertindak sebagai pembimbing, pendorong, atau pemberi motivasi manakala peserta didik telah mencapai kemandiriannya. Dalam kondisi tersebut, antara pendidik dan peserta didik berada dalam tataran yang sama derajatnya, sehingga melahirkan dialog komunikatif yang saling mengisi dan memberi.

Di samping itu, buku ini juga memaparkan arti kemerdekaan manusia yang bukan berarti bebas dari segala-galanya atau bebas untuk segala-galanya, melainkan pengakuan terhadap keterbatasan manusia. Di sinilah proses pendidikan berperan menyadarkan manusia akan keterbatasannya.

Masih banyak lagi yang dipaparkan di dalam buku ini, antara lain mengenai proses perkembangan kepribadian manusia yang dipengaruhi oleh lingkungan alam dan kebudayaan, proses pendidikan sebagai proses memanusia, peserta didik dan pendidik yang bertangung jawab, dan manajemen pendidikan nasional yang seharusnya bukan semata-mata bertujuan profit atau mencari keuntungan melainkan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik sehingga semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama di dalam pendidikan, bukan pemaksaan untuk memperoleh kemampuan yang sama.

Dalam menghadapi budaya global yang cenderung bermotifkan profit (motif ekonomis), penulis juga menyarankan agar pendidikan didasarkan pada adaptasi antara nilai budaya global dengan budaya lokal sehingga terwujudlah proses glokalisasi dalam era globalisasi.

Oleh karena buku ini memberikan informasi tentang ilmu pendidikan, maka dapat diklasifikasikan buku ini termasuk buku pengetahuan umum mengenai pendidikan yang bersifat ilmiah. Di samping itu, buku ini bertemakan konsep pendidikan yang bertolak dari proses pendidikan.

Buku yang ditulis seorang pakar pendidikan ternama ini merupakan rekam jejak dari pemikiran-pemikirannya yang terus mengalami metamorfosis. Prof. Dr. H.A.R Tilaar, M.Sc.Ed adalah seorang guru besar emeritus UNJ yang telah berpuluh tahun mengabdi dan berkecimpung dalam dunia pendidikan. Sejak 1952, profesor Tilaar telah bekerja sebagai guru, dari sekolah rakyat sampai guru besar, dan ia minta dipensiunkan sebagai pegawai negeri tahun 1997 sesudah mengabdi selama 45 tahun.

Selama 45 tahun mengabdi, ia terus produktif baik sebagai guru, pakar pendidikan, maupun penulis. Di samping itu, ia juga pernah bekerja dalam birokrasi pemerintah. Sebagai penulis buku, ia telah menerbitkan banyak tulisan. Di antara tulisan-tulisannya, buku ini mengarah kepada pengertian suatu manifesto yang terkait dengan buku-buku yang pernah ia tulis sebelumnya, yaitu “Manifesto Pendidikan Nasinal” (terbit tahun 2005), “Kekuasaan dan Pendidikan” (terbit tahun 2003), dan “Multikulturalisme” (terbit tahun 2004). Karena keterkaitannya itu, buku ini merangkum pemikirannya mengenai pendidikan multikulturalisme menuju manusia Indonesia Pancasila, manajemen pendidikan nasional, tujuan pendidikan yang etis, dan sebagainya.

Dari segi organisasi atau kerangka karangan, buku ini memiliki hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain karena tulisan-tulisannya dimulai dari definisi pendidikan kemudian terurai komponen-komponen yang mewujudkan proses pendidikan. Komponen-komponen tersebut dibahas secara sendiri-sendiri tetapi dalam kerangka yang menyeluruh. Oleh sebab itu, dapat dikatakan buku ini memiliki hubungan yang harmonis, jelas, dan memperlihatkan perkembangan yang masuk akal.

Dari segi isinya, meskipun yang disampaikan penulis dibahas secara terpisah dan sendiri-sendiri tetapi antarbagian tulisan memiliki keterkaitan. Di samping itu, penulis lebih mengutarakan pernyataan-pernyataanya mengenai pendidikan melalui uraian fakta dan definisi.

Dari segi bahasa, buku ini dapat dikatakan bersifat ilmiah dan sasaran pembacanya adalah kalangan orang-orang yang berpendidikan cukup. Oleh sebab itu, bahasa yang dikemas di dalam buku ini bersifat denotatif  dan memerlukan penafsiran yang teliti oleh para pembaca. Meskipun demikian, untaian kalimat demi kalimat yang disajikan runtut dan teratur. Sementara, dari segi teknik pengemasannya, buku ini dikemas dengan sampul yang menarik dan ditampilkan dalam tata perwajahan (lay out) yang baik.

Oleh karena buku ini sangat bermanfaat untuk kalangan pendidik, orang tua, dan orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan serta bertujuan membuka persepsi baru tentang konsep pendidikan yang mengacu pada proses pendidikan, maka buku ini layak dibaca dan diterima oleh masyarakat intelektual transformatif, yang tidak lain adalah guru, orang tua yang peduli dengan pendidikan, pendidik, serta orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s