Bahasa Indonesia Milik Siapa?

Sudah menjadi rutinitas, ujian nasional mendebarkan dunia pendidikan dan menggiatkan para guru untuk mengasah kompetensi siswa. Pendalaman materi selama satu semester pun dilakukan. Tak jarang, para orang tua memasukkan putra-putrinya ke bimbingan belajar, baik bersifat kelompok maupun privat.

Namun, setelah hasil UN 2011 diumumkan, sebanyak 1.786 siswa SMA dinyatakan tidak lulus UN karena nilai mata pelajaran bahasa Indonesia kurang dari 4. Tangis dan duka menyelimuti mereka karena mereka harus mengulang kembali ujian nasional di tahun mendatang. Tidak hanya itu, kabar yang mengejutkan itu juga terjadi pada tahun lalu. Sekitar 73% dari 154 ribu atau sekitar 112.420 siswa tidak lulus UN karena terganjal nilai bahasa Indonesia. (Media Indonesia, 27 Mei 2011)

Bahasa Indonesia … bahasa Indonesia … bahasa siapakah itu, bahasaku atau bahasamu?

Meskipun bahasa Indonesia merupakan identitas bangsa dan pemersatu bangsa, ketidak lulusan siswa dalam ujian nasional akibat terganjalnya nilai bahasa Indonesia perlu dipertanyakan.

Seperti yang diakui beberapa siswa di salah satu SMA Jakarta, soal-soal bahasa Indonesia mengecoh, teksnya panjang-panjang sehingga melelahkan untuk dibaca, bahkan terdapat pula kata-kata yang sulit dipahami. Oleh sebab itu, ketika UN berlangsung, siswa menghabiskan waktu yang tersedia untuk memahami bacaan bukan untuk mengisi jawaban. Akhirnya, mereka meeka harus membaca teks berulang-ulang untuk memahami bacaan.

Lagi-lagi teks yang dikambinghitamkan. Bahkan, pemerintah (mendiknas) berjanji akan mengevaluasi kurikulum bahasa Indonesia. Jika kurikulum bahasa Indonesia yang dipersoalkan oleh pemerintah, lantas guru-guru bahasa Indonesiakah yang patut dipertanyakan pula kompetensi mengajarnya?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita telusuri fenomena ini. Di kanan kiri jalan raya, jika kita lihat, terpampang papan reklame bertuliskan bahasa asing, seperti Menerima Layanan Foto Copy, Menerima Service Computer, dan sebagainya. Bahkan, dalam tuturan lisan, akhwat lebih sering terdengar daripada saudara perempuan, partner lebih sering disampaikan penutur daripada teman kerja. Tak hanya itu, dalam iklan lowongan kerja di salah satu media surat kabar pun tertulis Lowongan Dibutuhkan Redaktur Female.

Rendahnya kesadaran berbahasa Indonesia kini diimbangi pula dengan rendahnya minat baca siswa. Bahkan, di salah satu SMA Jakarta pengunjung perpustakaan bias dihitung dengan jari. Selain itu, kegiatan diskusi ilmiah pun menjelma menjadi diskusi selebritis alias gosip. Jika fenomena ini menjadi rutinitas yang umum terjadi, penalaran siswa akan melemah karena pikiran dan logika siswa kurang terasah dengan baik. Untuk mengungkapkan sebuah pendapat dan gagasan, tentu kita berpikir terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Oleh sebab itu, kemampuan mengolah kata-kata agar maksud kita tersampaikan perlu ditingkatkan.

Kegiatan diskusi ilmiah dan komunitas baca pun perlu diadakan agar dapat meningkatkan kosa kata siswa. Meskipun setiap hari siswa—terutama siswa bersekolah bertaraf internasional—menjumpai kosa kata asing, mereka tetap menghargai dan membudayakan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa sehingga bahasa Indonesia tetap menyejarah menjadi milik bangsa Indonesia hingga kini dan nanti. Dengan demikian, pemerintah tak perlu mengucurkan banyak dana untuk mengevaluasi kurikulum bahasa Indonesia dan kompetensi guru-guru bahasa Indonesia tak perlu dipertanyakan lagi.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Bahasa Indonesia Milik Siapa?

  1. ari z berkata:

    kocak adalah salah satu gerakan bahasa juga bu….tetap semangat ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s